Postingan

Fenomena Lesbi pada Kalangan TKW Indonesia di Hongkong.

Masalah orientasi seksual yang terjadi pada kalangan perempuan yang menjadi TKW sebenarnya sudah banyak yang dimulai sejak di penampungan sebelum mereka diberangkatkan untuk bekerja ke luar negeri. Waktu yang mereka habiskan di penampungan biasanya sangat lama bergantung dari kemampuan dan kualifikasi mereka untuk bekerja di negara orang. Ada yang bisa berada di penampungan sampai 6 bulan bahkan satu tahun, meskipun juga ada yang hanya 3 bulan. Saat di penampungan para calon TKW tidak diperkenankan meninggalkan tempat atau asramanya. Komunikasi melalui telepon pun sulit dilakukan. Selama waktu itu mereka terkurung dalam tempat yang sama dengan hanya sesama jenis mereka yakni para perempuan. Karena hal-hal itulah yang menjadi penyebab timbulnya disorientasi seksual pada mereka. Masalah ini berlanjut ketika mereka sudah diberangkatkan ke luar negeri, khususnya untuk para TKW di Hongkong. Di Hongkong pekerjaan untuk TKW hanya sebagai pembantu rumah tangga. Fenomena disor...

Induk yang Tidak Dikenali: Pendidikan yang Tersembunyi

Siapa yang tak kenal Mario Teguh. Sosok motivator yang dikenal dengan kata-kata “super” nya ini memang telah menjadi sosok fenomenal di Indonesia. Ungkapan dan kata-katanya mampu melejitkan semangat dan harapan pemirsanya. Begitu fenomenalnya hingga diklat yang dilakukan olehnya mematok tarif yang fantastis untuk durasi waktu yang relatif singkat.    Ketenaran diklat (pendidikan dan pelatihan) oleh Mario Teguh bersama manajemennya bukan satu-satunya jenis pendidikan yang menuai banyak minat masyarakat. Kursus, pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, homeschooling serta parenting yang saat ini mulai menjadi tren bagi para orangtua telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Namun dibalik itu, mereka tidak mengetahui induk dari pendidikan tersebut. Selama ini orang berpikiran bahwa pendidikan adalah sekolah. Pendidikan adalah ketika para siswa mendapat pelajaran dari guru dan bertempat di dalam sebuah gedung dengan berbagai fasilitasnya. Na...

Ki Hajar Dewantara Kini Sendiri (Lagi)

Gambar
Brandon kami telah pergi hari ini. Sepertinya dia sudah bosan digoda para mahasiswa. Penghuni setia kampus FIP kami itu meninggalkan tuannya. Kiranya dia hidup sudah sangat lama. Mungkin. Sebelum dia ditemukan dan dibawa ke kolam mungil itu, kemungkinan sudah banyak waktu yang dilaluinya di Ranunesa. Dia memiliki sejuta nama. Setiap orang terasa berhak memberi masing-masing panggilan yang mereka suka. Karena dia selalu diam saja. Seringnya berdiam diri di satu titik. Tanpa sedikitpun melirik. Dulu saya sering menggodanya. Sebelum dia menggoda balik saya. Namanya juga aligator. Begitu bodohnya kalau saya anggap dia tidak berbahaya. Jari tangan saya pernah hampir dirampasnya. Untung reflek saya cepat sehingga hanya tersentuh ujung moncongnya yang panjang itu. Membuat saya trauma. Setiap melewati kolam itu saya hanya menyapa tuannya, dan cukup melirik kepadanya. Kalau terlihat dia di permukaan, buru-buru deh jalan menjauh. Kalau pas lagi pengen tau kabarnya cukup saya pantau dari jauh. ...

Cerpen "Ketika Senja Menyapa"

Ketika Senja Menyapa Oleh : Indriajengs Selama ini dalam kehidupanku sosok perempuan memang lebih mendominasi keberadaannya. Banyak yang bilang bahwa sebagai laki-laki aku terlalu memberi perhatian kepada mereka. Memang prinsip hidupku hanyalah ingin membahagiakan semua orang. Tapi sebagian orang tidak mengerti akan hal itu. Menganggap diriku pemberi harapan palsu atau bahkan pemain cinta. Sungguh, dalam hal ini aku tidak pernah melibatkan perasaanku terhadap mereka. Aku menyayangi mereka sama, sebagai teman tidak lebih dari itu. Kalaupun mereka mempunyai perasaan yang lebih terhadapku apakah itu salah.           “Dit, anterin pulang ya, ayah tidak bisa menjemput hari ini”, Nella yang datang dari belakang langsung menepuk bahuku ketika sedang menstater motor.           “Iya, ayo. Langsung pulang atau mau mampir dulu?”           “Emmm, ke...

YUK BE AWARE DENGAN ASET KITA

 DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari Kamis, tanggal 15 Maret 2018, saya mengikuti talkshow deteksi dini kanker payudara di audiotorium Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya. Pemateri dalam talkshow ini adalah dokter Wiwin dari Rumah sakit Onkologi Surabaya. Di awal beliau menyatakan bahwa kanker payudara tidak kenal usia, status pernikahan atau bahkan suasana hati . Saat ini, kanker payudara menjadi nomor 1 dari 10 besar kanker terbesar di dunia dan menyumbang angka kematian terbanyak kedua setelah kanker paru-paru. Kanker payudara belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun baru-baru ini WHO mengeluarkan pernyataan bahwa penyakit ini adalah penyakit gaya hidup yang sebenarnya bisa disembuhkan asal sudah terdeteksi sejak dini. Penyebabnya bisa jadi faktor internal yakni karena genetika, namun kemungkinannya hanya ada 10-15% saja, sedangkan untuk 85-90% selebihnya berasal dari faktor eksternal seperti rokok dan agen-age...