Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Cerpen "Ketika Senja Menyapa"

Ketika Senja Menyapa Oleh : Indriajengs Selama ini dalam kehidupanku sosok perempuan memang lebih mendominasi keberadaannya. Banyak yang bilang bahwa sebagai laki-laki aku terlalu memberi perhatian kepada mereka. Memang prinsip hidupku hanyalah ingin membahagiakan semua orang. Tapi sebagian orang tidak mengerti akan hal itu. Menganggap diriku pemberi harapan palsu atau bahkan pemain cinta. Sungguh, dalam hal ini aku tidak pernah melibatkan perasaanku terhadap mereka. Aku menyayangi mereka sama, sebagai teman tidak lebih dari itu. Kalaupun mereka mempunyai perasaan yang lebih terhadapku apakah itu salah.           “Dit, anterin pulang ya, ayah tidak bisa menjemput hari ini”, Nella yang datang dari belakang langsung menepuk bahuku ketika sedang menstater motor.           “Iya, ayo. Langsung pulang atau mau mampir dulu?”           “Emmm, ke...

Cerpen yang Termuat di Majalah BALEWARTA edisi April 2016

BALEWARTA adalah majalah di kampus UNESA tepatnya milik Fakultas Ilmu Pendidikan yang bertepat di daerah Lidah Wetan. Cerpen ini merupakan karya pertama saya yang termuat di majalah tersebut. Terimakasih kepada Ibu Trinil selaku editor dari tulisan saya ini :) “Sepasang Anting dari Sang Pejuang” Oleh : Arum Gemericik air hujan di balik dinding kaca ruangan bernuansa putih ini menambah kelu hatiku. Setiap kali aku memandang wajahnya yang sendu, guratan yang semakin jelas terbentuk pada setiap bagiannya, memaksaku untuk mengenang setiap perjuangan yang telah dilakukannya selama hidupku. Terlintas seperti gerbong shinkanzen yang beberapa waktu lalu membawaku ke bandara sebelum terbang menuju tempat ini, terlihat seperti kilat gerakan yang bergerak sangat cepat. Terbuka semua kenangan yang hampir menguap dari lorong ingatan jangka panjangku. Terlintas birunya lautan dan aku merasakan tangan hangat nan lembut yang kala itu menuntunku menyusuri lembutnya pasir putih ...

CERPEN "SIMFONI KERINDUAN"

Simfoni Merindu Oleh : indriajengs Semakin aku berlari semakin banyak pula tenaga yang  kukeluarkan. Membuat diriku semakin lelah. Untuk apa aku berlari, tidak ada yang mengejarku. Mungkin akan lebih menyenangkan jika aku berjalan perlahan. Tanpa berlaripun aku akan mencapai tujuan. Tapi dengan berlari itu membuatku lebih merasa lega. Semakin jauh darimu, semakin jauh dari kenangan-kenangan yang telah terukir bersamamu. Namun tiba-tiba saja alarm ponselku berdering, mengingatkan bahwa hari ini ulang tahunmu. Tanpa kuasaku, bayanganmu kembali. Kenangan kita begitu saja melintas dalam otakku. Segalanya, tanpa bisa terkendali aku merindu sosokmu. Semuanya menjadi serba salah. Saat pikiran dan jiwaku terkendali untuk mengingatmu. Pekerjaaanku berantakan, ide menulisku berhamburan, bahkan orang-orang terkasih terabaikan. Apa yang telah kau lakukan padaku. Kenapa ingatan tentangmu menyita kehidupanku. Ingin rasanya melihat wajah tampanmu, mendengar suara beratmu,...